TANAMAN LADA HITAM

Lada Hitam berasal dari India dan budidayakan secara luas serta ditempat lain di daerah tropis. Saat ini Negara Vietnam adalah negara produsen dan peng-ekspor di dunia, dengan ptoduksinya 34% dari tanaman Piper nigrum pada tahun 2008.

ladaLada kering telah digunakan sejak jaman dahulu sebagai bumbu dan sebagai obat, lada hitam merupakan rempah-renpah dunia dimana salah satu primadona didunia perdagangan. Rempah-rempah pada umumnya menjadi bahan bumbu masakan terpopuler di Eropa serta belahan dunia lainnya.Pedasnya lada hitam adalah karena adanya kandungan kimia piperin.

Lada hitam dihasilkan dari buah drupes (tipe buah yang memiliki satu biji) mentah masih hijau dari tanaman lada. Cara pengolahannya adalah dimasak sebentar dalam air panas, untuk membersihkan dan mempersiapkan untuk pengeringan. Panas dapat memecah dinding sel lada, mempercepat kerja enzim kecolaktan selama pengeringan. Setelah itu dikeringkan di bawah sinar matahari atau dengan masin selama beberapa hari. Buah lada dan keriput dengan warna hitam. Setelah kering, rempah-rempah ini disebut lada hitam.

Tanaman lada merupakan jenis tanaman merambat serta tumbuh setinggi empat meter dengan bertopang pada kayu/pohon, tiang atau benda yang menjadi bahan penopang lainnya. Lada hitam tubuh di tanah yang tidak terlalu kering atau rentan terhadap banjir, lembab dan kaya bahan organik. Tanaman lada dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian kurang dari 3000 kaki diatas permukaan laut. Tanaman lada dapat diperbanyak dengan stek sekitar 40 sampai 50 cm panjang, diikat ke tiang atau pohon sebagai tempat merambatnya.Pohon dengan kulit kasar lebih disukai, dibanding pohon yang berkulit halus.Tunas dipangkas dua kali setahun.Pada tanah kering tanaman muda membutuhkjan penyiraman setiap hari selama musim kemarau untuk tiga tahun pertama.Tanaman berbuah pada tahun keempat atau lima, dan biasanya terus berbuah selama tujuh tahun.Satu batang tanaman lada akan menghasilkan 20 sampai 30 rumpun buah.Panen dimulai segera setelah satu atau dua buah di dasar dari rumpun mulai berubah menjadi merah.Apabila terlambat dan buah sudah matang, buah lada akan kehilangan kepedasannya.(sumber : http://madang-dab.blogspot.com/2012/03/lada-hitam.

HARI BAKTI RIMBAWAN KE 30 TAHUN 2013 KABUPATEN REJANG LEBONG

Bupati RL_Rimbawan2013Amanat yang diberikan oleh Bangsa Indonesia dalam menyelamatkan bumi Indonesia tercantum dalam Undang-Undang  Dasar Republik Indonesia dimana bangsa Indonesia harus dapat mengelola dan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia seefsien mungkin demi kemakmuran dan kesejahteraan Rakyat dan Bangsa Indonesia.

Dengan terbentuknya Departemen Kehutanan (kini Kementerian Kehutanan) pada tanggal 16 Maret 1983, patut disyukuri sebagai  hari lahir Bakti Rimbawan dan harus diperingati setiap tahun oleh segenap Rimbawan seluruh Indonesia, dan tahun 2013 merupakan hari bakti Rimbawan yang ke 30 dimana perannya merupakan salah satu yang terpenting dalam menggerakan pemabangunan di Indonesia.

Rimbawan_01Sejalan dengan hari bakti Rimbawan ke 30 tahun 2013 yang bertema ” Memperkokoh Jiwa Korsa Rimbawan dalam Mewujudkan Pelayanan Prima” maka sangatlah relevan dalam mewujudkan dan melanjutkan program yang sudah dijalani sejak dahulu seperti pembangunan Hutan Kemasyarakatan dan program pedayagunaan rakyat disekitar kawasan melalui bantuan modal untuk melakukan pembibitan tanaman kehutanan dan tanaman serba guna, selain itu tetap merehabilitasi hutan dan lahan disekitar kawasan hutan dan diluar kawasan hutan.

Rimbawan_03Berdasarkan surat edaran Menteri Kehutanan tanggal 15 Februari 2013, Kabupaten Rejang Lebong sesuai dengan rencana melaksanakan peringatan hari bakti Rimbawan ke 30 Tahun 2013 pada tanggal 18 Maret 2013 di Kantor Dishutbun Kab.Rejang Lebong, yang diikuti oleh segenap Rimbawan/Rimbawati dari SKPD Dishutbun Kab.Rejang Lebong dan instansi vertikal (TNKS dan BKSDA). Upacara peringatan Hari Bakti Rimbawan ke 30 Tahun 2013, dihadiri pula Bapak Bupati Rejang Lebong (H.SUHERMAN,SE.MM) yang membacakan pidato sambutan dari Menteri Kehutanan.Selain itu Bapak Bupati Rejang Lebong juga berpesan, agar para Rimbawan baik dari SKPD Dishutbun Kab.Rejang Lebong, TNKS dan BKSDA tetap mengawasi hutan lindung dan hutan konservasi yang wilayah Kabupaten Rejang Lebong dari para perambah dan para pelaku Illegal Logging. Bapak Bupati Rejang Lebong meminta pihak yang melaksanakan pengawasan langsung terhadap kawasan hutan lindung, harus bersikap tegas terhadap para pelaku illegal logging, jangan lemah terhadap pelaku-pelaku yang merusak kawasan hutan lindung. Continue reading

Perubahan Permenhut P.15/Menhut-II/2012 menjadi Permenhut P.08/Menhut-II/2013 tentang Pedoman Umum Pengembangan Perhutanan Masyarakat Pedesaan Berbasis Konservasi

Sejalan dengan dinamika pembangunan Kehutanan di Indonesia serta dalam upaya mendukung kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan yang salah satunya dilakukan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat disekitar kawasan.

Melalui upaya ini dalam rangka meningkatkan daya dukung daerah aliran sungai sebagai sistem penyangga kehidupan dan mengurangi kemiskinan serta pengangguran di pedesaan akibat menurunya kualitas ekosistem, dipandang perlu untuk melaksanakan kegiatan Pengembangan Perhutanan Masyarakat Pedesaan Berbasis kosnervasi (PPMPBK).

Payung hukum program ini telah dikeluarkan peraturan Menteri Kehutanan sejak tahun 2011, 2012 dan terakhir tahun 2013 sebagaimana pada Permenhut Nomor P.08/Menhut-II/2013 tentang Pedoman Umum Pengembangan Perhutanan Masyarakat Pedesaan Berbasisi Konservasi, dimana dalam peraturan Menteri Kehutanan ini tujuannya untuk memperbaiki kondisi DAS (Daerah Aliran Sungai) dengan cara penumbuhkan dan pengembangkan kegiatan aneka usaha perhutanan berbasis konservasi wanatani pakan ternak, pengembangan hasil hutan bukan kayu, serta pemeliharaan/pembuatan bangunan konservasi tanah di pedesaan sesuai dengan potensi wilayah. Selain itu berpedoman dengan enam kebijakan Kementerian Kehutanan dimana salah satunya adalah pemberdayaan masyarakat disekitar kawasan dalam aneka usaha perhutanan dengan tujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi pedesaan dan pendapatan kelompok. Continue reading

PENGAJIAN DAN SIRAMAN ROHANI

Memupuk jiwa yang sehat dan berhati bersih, selalu dilakukan di SKPD Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Rejang Lebong.Setiap bulan dalam tahun 2012 ini, telah dilakukan beberapa kali jadwal Pengajian dan Siraman Rohani untuk karyawan-karyawati SKPD Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Rejang Lebong, walaupun tidak setiap bulan tapi setiap triwulan dalam tahun 2012.

Tepatnya tanggal 15 Desember 2012, dimana pengajian dan siraman rohani dilakukan di Aula Kantor Dishutbun Kab.Rejang Lebong, dimana yang hadir selain PNS Dishutbun tapi juga hadir para ibu-ibu PKK/Dharma Wanita yang bertepatan dengan acara rutin PKK/Dharma Wanita dalam bidang temu rutin setiap bulan dan arisan.

Sambutan Kepala Dinas Hutbun (Ir.Zulkarnain,MT) pada acara pengajian dan siraman rohani pada tanggal 15 Desember 2012, menyampaikan manfaat tentang rasa kebersamaan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi SKPD Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab.Rejang Lebong. Salah satu yang sangat bermanfaat dalam rasa kebersamaan itu antara lain melakukan pekerjaan penanaman pohon untuk kelangsungan kehidupan dan kelestarian lingkungan kita semua. Beliau berpesan juga, tetap menjaga silaturahmi dan kekompakan dalam berumah tangga, berteman dan bertugas dimana saja. Beliau mengajak tetap berpikir positif dan menciptakan kondisi kondusif di mana saja berada dalam menjalan tugas. Continue reading

P.30/MENHUT-II/2012 REGULASI PRO RAKYAT…MEMPERMUDAH MASYARAKAT MEMANEN KAYU DI HUTAN HAK

Keengganan masyarakat menanam pohon, salah satunya dipicu oleh “sulitnya” mengurus izin pada saat memanen  atau menebang pohon yang mereka tanam. Sehingga tidak jarang kita mendengar ucapan sinis…”untuk apa menanam pohon, saat kita mau menebang (memanen) nanti harus minta izin…sedangkan kita menanam dilahan kita sendiri!”

Permasalahan ini sering disampaikan dan didiskusikan pada saat rapat, baik di daerah, ditingkat regional dan bahkan nasional, perlu adanya regulasi yang sifatnya pro rakyat. Masyarakat agar diberi kemudahan bukan hanya pada saat menanam, tetapi mudah juga pada saat memanen.

Memenuhi kebutuhan ini, pada tanggal 17 Juli 2012 Menteri Kehutanan Republik Indonesia mengeluarkan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor : P.30/MENHUT-II/2012 tentang Penataan Hasil Hutan Yang Berasal dari Hutan Hak. Selanjutnya peraturan ini lebih dikenal dengan P.30 tahun 2012

Dalam rangka mensosialisasi dan melaksanakan peraturan ini, Dinas Kehutanan dan perkebunan Kabupaten Rejang Lebong telah menyampaikan Surat Edaran Nomor : 522/594/ 2012 Tanggal 20 Nopember 2012 yang ditujukan kepada perusahaan, pemilik depot kayu dan UPTD Dinas serta instansi terkait termasuk Camat dan Kapolsek untuk meneruskan peraturan ini kepada masyarakat. Continue reading

Gerakan Menanam Pohon Indonesia di Kab.Rejang Lebong

Cukupkah hanya dengan rasa keprihatinan atas kerusakan hutan dan berdampak pada pemanasan global (global warming) ? Tentu tidak, karena masih diperlukan usaha nyata yang merupakan pekerjaan mulia bisa turut menyelamatkan bumi dari kerusakan yang lebih parah, meskipun hanya mampu menanam satu pohon. Gerakan Hari Menanam Pohon Indonesia 2012Kab.Rejang Lebong,  memahami betapa besar manfaat dan pahala menanam pohon, besar kemungkinan setiap waktu dan kesempatan akan berupaya untuk menanam pohon. Bahkan Rasullulloh Muhammad SAW bersabda : “Muslim yang menanam tanaman (termasuk pohon) dan sebagian hasilnya dimanfaatkan oleh burung, binatang, atau manusia, melainkan tercatat untuknya sebagai suatu shodaqoh. Yang menanam tanaman itu tetap mendapat pahala selama pohon itu berbuah (menghasilkan) dan ada yang makan dari padanya (HR. Bukhari Muslim)”.

Continue reading

HMPI (Hari Menanam Pohon Indonesia) Tahun 2012 di Rejang Lebong

HMPI_02Tanggal 28 November sesuai dengan rencana Penanaman Satu Milyar Pohon Tahun 2012 dalam Permenhut Nomor P.16/Menhut-II/2012 tentang Panduan Penanaman Satu Milyar Pohon Tahun 2012, di Kabupaten Rejang Lebong telah melaksanakan Gerakan Penanaman Pohon Satu Milyar yang berlokasi di Lapangan Pramuka Desa Pal VIII Kecamatan Bermani Ulu Raya. Pelaksanaan Gerakan Penanaman Pohon ini, bertujuan untuk mengembalikan fungsi hutan dan lahan, menjaga dan memelihara konservasi keanekaragaman hayati baik flora serta fauna termasuk ketahanan pangan, dan penyerapan karbon dioksida dan mengatisipasi perubahan iklim global. Continue reading

Kemenhut Nomor 643/Menhut-II/2011 tentang Perubahan Kawasan Hutan di Propinsi Bengkulu

Sosialisasi Kemenhut2012Kawasan Hutan mempunyai nilai strategis karena kaya akan keanekaragaman hayati, komponen penting dalam penentu perubahan iklim dan sebagai pemungkin pembangunan di sektor lain khususnya yang berhubungan dengan penyediaan lahan.Mengingat arti pentingnya keberadaan kawasan hutan, pengelolaan hutan secara lestari harus diwujudkan sehingga keberadaannya dapat berkesinambungan dari waktu ke waktu. Untuk itu keberadaan kawasan hutan harus diintegrasikan secara tepat dalam rencana tata ruang wilayah propinsi dan kabupaten/kota.

Dalam UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan agar dilakukan penyusunan/review Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi dan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi dan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota.Sejalan dengan UU Nomor 26 Tahun 2007, menyusun rencana pola ruang propinsi, Pemerintah Daerah melalui Gubernur dapat mengusulkan perubahan kawasan hutan dalam rangka review tata ruang wilayah Propinsi, khususnya untuk pola ruang yang berhubungan dengan kawasan hutan harus mendapatkan persetujuan subtansi kehutanan dari Menteri Kehutanan. Usulan perubahan kawasan hutan dapat berupa : 1) Ususlan Perubahan peruntukan yaitu dari kawasan hutan menjadi bukan kawasan hutan, 2) Usulan perubahan fungsi kawasan hutan yaitu usulan perubahan baik pada fungsi pokok maupun antar fungsi pokok, 3) Usulan penambahan kawasan hutan yaitu perubahan bukan kawasan menjadi kawasan hutan. Untuk menindaklanjuti usulan perubahan kawasan hutan, Menteri Kehutanan membentuk Tim Terpadu (TIMDU) sesuai dengan amanat pada pasal 19 UU 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan. Tim Terpadu segera menyusun kriteria dan indikator yang berdasarkan pada 1)Yuridis-Kelembagaan, 2)Ekologis-Biofisik, dan 3)Ekonomi-Sosial-Budaya. Dari hasil indikator tersebut Tim Terpadu (TIMDU) berkerja atas dasar Scientif Auhority, hal ini untuk ouput yang diinginkan berupa cermat, akurat dan terkini.Perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan dilakukan untuk : 1) Memenuhi tuntutan dinamika pembangunan nasional, 2) Optimalisasi distribusi fungsi dan manfaat pada masyarakat, 3)Menjamin keberadaan kawasan hutan secara lestari dan berkelanjutan dengan luasan yang cukup dan sebaran yang proposional, 4)Pemantapan kawasan hutan sebagai prasyarat kepastian hukum dan kepastian usaha. Continue reading

Potensi Kopi Specialty Baru, Kopi EXCELSA

Kopi ExcelsaSumber Daya Hayati yang melimpah di Indonesia didukung kondisi gerografis spesific dan agro-ekosistem yang optimal serta kearifan lokal yang dimiliki, telah menghasilkan cita rasa dan aroma yang khas dan diminati dunia antara lain kopi specialty. Kopi Excelsa merupakan jenis kopi yang mulai dikembangkan di salah satu Kabupaten di Propinsi Jambi yaitu Kabupaten Jabung Barat. Wilayah yang memiliki lahan gambut seperti cocok untuk ditanami jenis kopi ini dan mampu berdaptasi dengan baik dan memiliki sistem perakaran yang kuat. Kopi Excelsa atau excelsa coffee yang sedang dalam kajian peneliti Puslit Koka (Pusat Penelitian Kopi dan Karet) tidak termasuk dalam kelompok kopi arabika dan kopi robusta tetatpi masuk dalam kelompok liberoid. Asala mula kopi ini secara historis di daerah Afrika Barat pada tahun 1905 kemudian menyebar ke daerah Melayu, sedangkan penyebarannya di Tanjung Jabung barat jenis kopi excelsa sudah ditanam tahun 1960.

Buah Kopi ExcelsaKeunggulan Kopi Excelsa, mempunyai cita rasa dan aroma yang dikategorikan kuat dan dominan pahit. Menurut beberapa penelitian luar negeri, yang mulai tertarik dengan jenis kopi excelsa memiliki beberapa unggulan antara lain ; mempunyai fisik yang lebih besar dari kopi arabika maupun kopi robusta, sehingga cenderung berbuah sepanjang tahun dan mudah dibudidayakan, selain itu relatif tahan terhadap hama dan penyakit. Keunggulan lain adalah dapat ditanam di lahan gambut yang memiliki tingkat kesuburan rendah dan tidak dapat ditanami dengan baik untuk kopi arabika dan kopi robusta. Menurut pengalaman petani kopi yang menanam kopi excelsa, dalam 3,5 tahun tanaman kopi ini telah mampu menghasilkan produksi sekitar 1,2 ton per ha. Continue reading

PALA (Myristica fragrans Houtt)

Tanaman PalaTanaman Pala dalam bahasa latin Myristica fragrans Houtt merupakan tanaman asli Indonesia yang berasal dari Kepulauan Maluku dan Banda. Tanaman pala menyebar ke pulau Jawa pada saat perjalanan Marcopollo ke Tiongkok yang melewati Pulau Jawa Tahun 1271 sampai 1295 sehingga tanaman Pala terus meluas sampai ke Pulau Sumatera.

Kemasyhuran tanaman Pala sebagai tanaman rempah sudah dikenal sejak abad ke 16 dan diperdagangan internasional tanaman Pala Indonesia dikenal dengan nama ” Banda nutmeg”, dengan produktivitas Pala Indonesia terus mengalami penurunan. Berbagai jenis tanaman Pala antara lain : Myristica fragrans Houtt, Myristica argantea Ware, Myristica fattua Houtt, Myristica specioga Ware, Myristica Scedona BL, Myristica malabarica Lam. Tanaman Pala yang paling banyak diusahakan dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi dari jenis lainnya adalah Myristica fragrans Houtt. Sedangkan proudksinya dan nilai ekonomisnya rendah adalah Myristica malabarica Lam. Continue reading

KBR, Pelatihan Kelompok Tani Tahun 2012 di Kabupaten Rejang Lebong

Pelatihan KBR Tahun 2012 Kabupaten Rejang LebongSesuai dengan rencana, dalam rangka peningkatan sumber daya manusia di kelompok tani KBR Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2012 telah dilaksanakan Pelatihan Kelompok Tani Kebun Bibit Rakyat (KBR) yang diikuti sebanyak 33 Kelompok dari 40 Kelompok Tani yang telah ditetapkan berdasarkan keputusan Kepala BPDAS Ketahun Propinsi Bengkulu. Pelatihan ini diselenggarakan oleh BPDAS Ketahun bersama Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Rejang Lebong selaku fasilitator dalam penyelenggqaraan pelatihan kelompok tani KBR Tahun 2012, lokasinya di Hotel Griya Anggita dari tanggal 14 Juni sampai dengan 16 Juni 2012. Continue reading

Rapat Tata Batas Kawasan Hutan di Kabupaten Rejang Lebong Tahun 2012

Logo DEPHUTKawasan Hutan merupakan wilayah tertentu yang ditunjuk dan/atau ditetapkan oleh Pemerintah untuk dipertahankan keberadaannya sebagai hutan tetap (Permenhut Nomor P.47/Mehut-II/2010). Penataan Batas Kawasan Hutan merupakan kegiatan yang meliputi proyeksi batas, pemancangan patok batas, pengumuman, inventarisasi dan penyelesaian ha-hak pihak ketiga, pemasangan pal batas, pengukuran dan pemetaan serta pembuatan Berita Acara Tata Batas. Continue reading

KEMBALINYA SI “ADIPURA” KE BUMI PAT PETULAI TAHUN 2012
avatar

adipura Hari Selasa, tanggal 05 Juni 2012 merupakan hari yang penuh kegembiraan bagi masyarakat Rejang Lebong, dimana satu minggu yang lalu tepatnya di Hari ULTAH KOTA CURUP ke 132 tanggal 29 Mei diperingati di Lapangan Setianegara. Pada hari Selasa ini, Kota Curup mendapat anugerah yang telah lama dinanti oleh masyarakat KOTA CURUP....si "ADIPURA" kembali ke tanah Rejang Lebong...ke bumi PAT PETULAI....tepatnya di ULTAH KOTA CURUP KE 132. Segenap seluruh STAF DAN KARYAWAN/ti DINAS KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN KABUPATEN REJANG LEBONG menghaturkan dan menyambut dengan gembira akan kembalinya si"ADIPURA" ke tanah Rejang Lebong. Inilah jerih payah dari masyarakat dan rakyat serta semua Dinas/Instansi yang terkait akan itikad baik yang ingin di raih selama ini.Kebanggaan bagi kita semua, bagi masyarakat dan rakyat seluruh Kabupaten Rejang Lebong.Semoga ditahun mendatang si"ADIPURA" tetap masih ada di Kabupaten Rejang Lebong...TERUSKAN dan PERTAHANKAN.

Program KEBUN BIBIT RAKYAT DI Kabupaten Rejang Lebong TAHUN 2012

Persemaian KBRUpaya menanam di lahan kritis atau lahan kosong dan lahan tidak produktif di dalam dan di luar kawasan hutan dengan jenis tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna (MPTS) merupakan salah satu upaya pemulihan kondisi DAS (Daerah Aliran Sungai) yang kritis. Upaya tersebut juga dapat memberikan hasil berupa kayu, getah, buah, daun, bunga, serat, pakan ternak dan sebagainya.

Kabupaten Rejang Lebong yang dikelilingi kawasan hutan antara lain Hutan Lindung dan Hutan Konsevasi menjadi perhatian pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melaksanakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan, dimana salah satunya adalah kegiatan Kebun Bibit Rakyat.

Keinginan masyarakat untuk menanam tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna dalam berbagai upaya Rehabilitasi Hutan dan Lahan, dibatasi oleh ketidakmampuan mereka untk memperoleh bibit yang baik. Sehingga masyarakat cenderung menanam tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna dari biji atau benih asalan yang tidak jelas asal usulnya, sehingga pula tanaman tersebut memerlukan waktu lebih panjang untuk berproduksi dan apabila berproduksi kualitas dan kuatitasnya hasilnya kurang memuaskan.

Dengan telah dikeluarkannya Peraturan Menteri Kehutanan Nomor P.17/Menhut-II/2012 tanggal 03 April 2012 tentang Pedoman Teknis Bibit Rakyat dengan mengubah dari aturan Permenhut Nomor P.23/Menhut-II/2011 tentang Pedoman Teknis Kebun Bibir Rakyat, maka program Kebun Bibit Rakyat Tahun 2012 di Kabupaten Rejang Lebong telah masuk dalam tahap pengusulan kelompok calon penerima program ini dan telah ditetapkan oleh Kepala BPDAS (Bab II huruf f, verifikasi KBR).

Kebun Bibit Rakyat merupakan program pemerintah untuk menyediakan bibit tanaman hutan dan jenis tanaman serbaguna (MPTS) yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok masyarakat, terutama di perdesaan. Kegunaan Kebun Bibit Rakyat untuk merehabilitasi hutan dan lahan kritis serta kegiatan penghijauan lingkungan. Persyaratan untuk mendapatkan Program Kebun Bibit Rakyat beranggotakan 15 (lima belas) orang dan memiliki luas lahan untuk lokasi penanaman KBR seluas minimal 25-100 Ha, serta pada tahun 2012 ini pembuatan bibit untuk KBR di Luar Jawa sebanyak 25.000 batang per unit KBR dan Jawa sebanyak 40.000 batang per unit KBR. Program KBR ini dilaksanakan langsung oleh kelompok masyarakat yang telah ditetapkan berdasarkan keputusan Kepala BPDAS Ketahun Propinsi Bengkulu dan dalam bentuk SPKS (surat perjanjian kerjasama)Logo Kebun Bibit Rakyat, pengerjaan ini meliputi pengajuan proposal, pembuatan RUKK, pengerjaan fisik (papan nama, pembuatan bedengan, pembuatan naungan, pembuatan jalan inspeksi, pengadaan sarana dan pemeliharaan bibit berupa penyiraman dll).

Berdasarkan jadwal pelaksanaan Kebun Bibit Rakyat Tahun 2012, kegiatan ini direncanakan pada bulan Mei sampai dengan Desember 2012.Dan pada saat bibit telah siap ditanam pada tahun berikutnya, maka akan diberi ensentif penanaman oleh Kementerian Kehutanan berdasaran hasil jumlah tanaman yang hidup ditanam.

Penyelenggara berdasarkan peraturan Menteri Kehutanan tersebut diatas antara lain : Satuan Kerjanya di Balai Pengelola DAS (BPDAS Ketahun), Penanggung Jawab Pengelola Keuangan di PPK Dinas Kab/Kota yang membidangi Kehutanan, Pelaksana Kegiatan di Kelompok Masyarakat dengan pola SPKS (Sistem Perjanjian Kerjasama).

Partisipasi Dishutbun pada Acara Senam Massal HUT Kota Curup ke 132 Tahun 2012

Pada hari Minggu tanggal 27 Mei 2012, pagi-pagi seluruh peserta yang akan ikut senam massal pada hari minggu semuanya sudah standby dilokasi sesuai dengan urutan lokasinya, seluruh anggota Tim Senam Massal se-Kabupaten Rejang Lebong termasuk anggota tim massal dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Rejang Lebong sudah bersiap-siap untuk ikut serta dalam agenda HUT Kota Curup ke 132 Tahun 2012.

Agenda senam massal ini menurut panitia penyelengara mengarah ke arah senam hip hop, yaitu senam dengan semangat muda dan gembira. Tim Senam Massal Dishutbun Kabupaten Rejang Lebong yang beranggota 10 orang terdiri dari para karyawanti dan para ibu-ibu PKK lingkup Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab.Rejang Lebong sebelumnya telah menjalani latihan di aula kantor secara rutin untuk menghadapi senam massal ini.Walaupun dengan latihan singkat, tim ini masih bisa mengikuti gaya senam hip hop yang penuh ceria dan semangat muda. Continue reading

Rencana Penanaman Satu Milyar Pohon Tahun 2012 Di Kabupaten Rejang Lebong

Pada bulan April 2012, bertempat di Aula Kementerian Kehutanan telah dilaksanakan Sosialisasi Rencana Penanaman Satu Milyar Pohon Tahun 2012, yang dibuka langsung oleh Menteri Kehutanan, Bapak ZULKIFLI HASAN.Dalam arahan pembukaan Sosialisasi Rencana Penanaman Satu Milyar Pohon mengatakan “Arahan Rehabilitasi Hutan dan Lahan telah dilaksanakan sejak lama.

Continue reading

Rotan Didorong Jadi Ikon Indonesia

Salah satu wujud komitmen itu, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian bersama asosiasi serta dunia usaha Indonesia ikut serta dalam pameran furnitur dan desain interior terbesar di dunia, International Home Furnishing Center (IHFC) di North Carolina, Amerika Serikat, 21-26 April lalu. “IHFC merupakan ajang yang baik bagi promosi produk rotan Indonesia,” kata Atase Perdagangan RI di Washington DC, Ni Made Ayu Marthini, dalam siaran pers, Senin (7/5).

Continue reading